Selasa, 26 Desember 2017

PHP Membuat dan Membaca File CSV

Assalamualaikum sobat. Semoga tetap sehat dan selalu dalam lindunganNya. Amin. Bertemu lagi nih. Langsung saja, kali ini saya akan sharing mengenai PHP Membuat dan Membaca File CSV.
Langsung saja ya....

A. Pendahuluan
1. Pengertian
    Comma Separated Values atau CSV adalah suatu format data dalam basis data di mana setiap record dipisahkan dengan tanda koma (,) atau titik koma (;). Selain sederhana, format ini dapat dibuka dengan berbagai text-editor seperti Notepad, Wordpad, bahkan MS Excel.

2. Latar Belakang
    PHP merupaan  salah satu bahasa pemrograman yang sangat baik dalah penanganan file. Salah satu file nya yang berekstensi CSV. Penanganan file ini sejak PHP versi 4. PHP sudah menambahkan fungsi yang menangani file yang berekstensi CSV yakni fgetcsv() dan fputcsv().
    Fungsi fgetcsv() digunakan untuk membaca file yang berekstensi CSV yang memiliki output berupa array hasil pembacaan file CSV. Sedangkan, fputcsv() adalah fungs yang digunakan untuk membuat atau menulis file yang berekstensi CSV.
    Untuk fungsi fgetcsv() memiliki 5 parameter yang yang parameter pertama harus diikutkan.
  • $handle. Merupakan pointer pembacaan file, dapat berupa hasil dari fungsi fopen(), popen() maupun fsockopen().
  • $length. Merupakan jumlah atau panjang karakter pembacaan baris di file CSV. Parameter ini harus lebih besar dari jumlah karakter baris yang paling panjang di file CSV. Memang agak sulit menentukan pastinya, namun kita dapat memperkirakannya tanpa harus benar-benar tepat sesuai dengan baris terpanjang. Umumnya parameter ini cukup diisi dengan 1000 atau 1024 dengan asumsi jumlah karakter tiap baris tidak lebih dari 1000 atau 1024 tersebut.
  • $delimiter. Parameter ini menentukan jenis pemisah (delimiter) field dalam file CSV yang akan dibaca. Nilai default dari parameter ini adalah koma (,).
  • $enclosure. Parameter ini menentukan karakter pengapit (enclosure) untuk setiap field dalam file CSV. Default-nya adalah tanda kutip-dua (“).
  • $escape. Parameter pilihan ini menentukan karakter escape yang digunakan dalam file CSV.
    Sedangkan untuk fungsi fputcsv() memiliki 4 parameter dimana parameter pertama dan kedua bersifat wajib. Fungsi ini untuk mereturn-value berupa bilangan integer yang merupakan panjang data (string) yang berhasil dituliskan ke file CSV. Mengenai penjelasan parameter fungsi, untuk $handle, $delimiter dan $enclosure sama seperti parameter pada fungsi fgetcsv(). Untuk parameter $fields dapat berisi array dari nilai data untuk setiap baris (record) yang akan ditambahkan ke file CSV. 
3. Maksud dan Tujuan
  • Mengerti cara kerja dari file yang digunakan untuk membaca dan membuat file yang berekstensi CSV.
  • Mengerti bagaimana bila tidak menggunakan database melainkan menggunakan file untuk menyimpan data.
4. Hasil yang diharapkan
    Semoga dengan ini, kita bisa mengerti bagaimana apabila penyimpanan tidak menggunakan database, melainkan menggunakan file yang berekstensi CSV. Serta bisa menjadi jawaban apabila teman-teman mencari tahu.

B. Uraian
1. Alat dan Bahan
  • PC
  • Text Editor
  • Web Browser
2. Durasi Waktu
    7 menit

3. Tahapan
  • Kita tentukan misalkan kita akan mengolah data siswa. Yakni siswa memiliki nis, nama, dan alamat
  • Kita buat file nya di /var/www/html, dengan 3 file yakni  tulis_siswa.php, baca_siswa.php dan siswa.csv.
 
  • File tulis_siswa.php digunakan untuk membuat file nya. Sedangkan, file baca_siswa.php untuk mebaca file csv. Terakhir file siswa.csv adalah tempat dimana penyimpanan data tersebut.
  • Untuk file tulis_siswa.php tuliskan seperti gambar dibawah.
 
Nah, diatas akan memunculkan sebuah form, akan tetapi dari form ini belum ada action nya. Maka tulis script dibawah
 
  • Sama untuk file baca_siswa.php tuliskan script dibawah
 

  • Buka file nya di web browser.
  • Sebelum kita isi dam kita kirim hasilnya masih seperti gambar diatas. 
 
  • Akan tetapi bila kita sudah memasukkan nilai dan mensubmitnya. Hasilnya seperti di bawah ini.
 
  • Apabila kita ingin melihat daftar nya kita klik "Lihat isi file CSV"
 
  • Bila kita ingin mendownload file nya kita hanya tinggal mengklik "Download file CSV"


C. Kesimpulan
    Jadi, PHP mulai dari versi 4 sudanh mendukung adanya pengolahan data dengan ekstendi CSV. Juga, tidak semua file disimpan di database, di dalam file pun bisa.
D. Hasil yang diperoleh
    Bila kita menambah lewat form, data akan tetap bisa masuk ke dalam file siswa.csv

E. Referensi

Sabtu, 23 Desember 2017

Evaluasi Bersama Tim RPL BLC Telkom


Assalamualaikum sobat. Semoga tetap sehat dan selalu dalam lindunganNya. Amin. Bertemu lagi nih. Langsung saja, kali ini saya akan sharing mengenai Evaluasi Bersama Tim RPL BLC Telkom.
Langsung saja ya..
A. Pendahuluan
1. Pengertian
    Evaluasi merupakan saduran dari bahasa Inggris "evaluation" yang diartikan sebagai penaksiran atau penilaian. Nurkancana (1983) menyatakan bahwa evaluasi adalah kegiatan yang dilakukan berkenaan dengan proses untuk menentukan nilai dari suatu hal. Sementara Raka Joni (1975) menjelaskan bahwa evaluasi adalah proses untuk mempertimbangkan sesuatu barang, hal atau gejala dengan mempertimbangkan beragam faktor yang kemudian disebut Value Judgment.
    Maka dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa evaluasi adalah proses menetukan nilai untuk suatu hal atau objek yang berdasarakan pada acuan-acuan tertentu untuk menentukan tujuan tertentu. Dalam perusahaan, evaluasi dapat diartikan sebagai proses pengukuran akan evektivitas strategi yang digunakan dalam upaya mencapai tujuan perusahaan. Data yang diperoleh dari hasil pengukuran tersebut akan digunakan sebagai analisis situasi program berikutnya.

2. Latar Belakang
    Dalam mengadakan sebuah proses evaluasi, terdapat beberapa hal yang akan dibahas yaitu apa yang menjadi bahan evaluasi, bagaimana proses evaluasi, kapan evaluasi diadakan, mengapa perlu diadakan evaluasi, di mana proses evaluasi diadakan, dan pihak yang mengadakan evaluasi. Hal yang perlu dilakukan evaluasi tersebut adalah narasumber yang ada, efektifitas penyebaran pesan, pemilihan media yang tepat dan pengambilan keputusan anggaran dalam mengadakan sejumlah promosi dan periklanan. Evaluasi tersebut perlu diadakan dengan tujuan untuk menghindari kesalahan perhitungan pembiayaan, memilih strategi terbaik dari berbagai alternatif strategis yang ada, meningkatkan efisiensi iklan secara general, dan melihat apakah tujuan sudah tercapai. Di sisi lain, perusahaan kadang-kadang enggan untuk mengadakan evaluasi karena biayanya yang mahal, terdapat masalah dengan penelitian, ketidaksetujuan akan apa yang hendak dievaluasi, merasa telah mencapai tujuan, dan banyak membuang waktu.
Secara garis besar, proses evaluasi terbagi menjadi di awal (pretest) dan diakhir (posttest). Pretest merupakan sebuah evaluasi yang diadakan untuk menguji konsep dan eksekusi yang direncanakan. Sedangkan, posttest merupakan evaluasi yang diadakan untuk melihat tercapainya tujuan dan dijadikan sebagai masukan untuk analisis situasi berikutnya.
    Evaluasi dapat dilakukan di dalam atau di luar ruangan. Evaluasi yang diadakan di dalam ruangan pada umumnya menggunakan metode penelitian laboratorium dan sampel akan dijadikan sebagai kelompok percobaan. Kelemahannya, realisme dari metode ini kurang dapat diterapkan. Sementara, evaluasi yang diadakan di luar ruangan akan menggunakan metode penelitian lapangan di mana kelompok percobaan tetap dibiarkan menikmati kebebasan dari lingkungan sekitar. Realisme dari metode ini lebih dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk mencapai evaluasi tersebut dengan baik, diperlukan sejumlah tahapan yang harus dilalui yakni menentukan permasalahan secara jelas, mengembangkan pendekatan permasalahan, memformulasikan desain penelitian, melakukan penelitian lapangan untuk mengumpulkan data, menganalisis data yang diperoleh, dan kemampuan menyampaikan hasil penelitian.

3. Maksud dan Tujuan
  • Menunjukkan hasil ke teman-teman
  • Sharing ilmu yang ditemui
  • Menjadikan cermin, untuk hari esok
4. Hasil yang diharapkan
  • Ilmu yang di sharingkan dapat diteria dengan baik oleh teman-teman.
  • Mendapat masukan dan tambahan dari teman lain, sehingga mendapat ilmu baru
B. Uraian
1. Alat dan Bahan
  • LCD
  • Proyektor
  • Laptop
  • Bahan Sharing
2. Durasi Waktu
     2.5 jam

3. Tahapan
  • Pertama Ika dari SMKN 1 Bangsri, memaparkan apa pengertian OOP.
  • Lalu disambung oleh Ulil juga dari SMKN 1 Bangsri yang memaparkan mengenai encapsulasi.
  • Setelah selesai Faishal ke depan dan memaparkan mengenai  funsi-fungsi yang ada dalam php native.
  • Setelah itu Vivin maju ke depan, ia juga dari Bangsri lo. Di depan ia memaparkan mengenai apa itu pewarisan dalam OOP, disana ia menjelaskan dengan kalimat yang sedikit muter-muter sih^_^.
  •  Jadi saya akhirnya maju ke depan untuk menyambung bagaimana sih sebenarnya pewarisan itu.

  • Setelah selesai dari Vivin langsung disambung oleh Binti dari SMKN 1 Mejayan, ia memaparkan mengenai static pada OOP.
  • Terkhir ditutup oleh angga yang menjelaskan perbedaan antara PHP Native atau prosedural dengan PHP OOP
C. Kesimpulan
     Setiap Sabtu, adalah hari dimana kegiatan 5 hari lalu dipaparkan hasilnya.

D. Hasil yang diperoleh
     Ilmu yang di dapatkan semakin banyak, Antara lain melatih diri untuk bicra di depan banyak orang. Karena banyak orang yang sulit untuk mengungkapkan pendapatnya.


Jumat, 22 Desember 2017

Tutorial Input Data Menggunakan OOP


Assalamualaikum sobat. Semoga tetap sehat dan selalu dalam lindunganNya. Amin. Bertemu lagi nih. Langsung saja, kali ini saya akan sharing mengenai Tutorial Input Data Menggunakan OOP.
Langsung saja ya..
A. Pendahuluan
1. Pengertian
    Input (ilmu komputer) , tindakan memasukkan data ke dalam komputer atau sistem pengolahan data.
Data adalah catatan atas kumpulan [[Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra. 

2. Latar Belakang
     Mengapa menggunakan input data? Karena data yang bersifat penting harus disimpn di server database. Dimana tempat untuk menyimpan seluruh data. Yang telah dihubungkan dengan koneksi.
Data yang dimasukkan nantinya aka di olah kembali, yang nantinya akan di outputkan lagi.
     Mengapa dengan OOP? Karena OP adalah suatu bahasa program yang mudah untuk di perbaiki. Bila mana nanti ingin mengembangkan tidak perlu mengganti semua program. Hanya saja tinggal menambah beberapa class baru.
 
3. Maksud dan Tujuan
  • Untuk mengentry data adar dapat masuk ke komputer.
  • Data yang masuk agar dapat diolah lagi, dan nantinya akan di  outputkan.
  • Agar data masuk ke database.
4. Hasil yang diharapkan
     Dengan input data yang saya buat saya berharap data yang di masukkan lewat sini,dapat masuk ke database.

B. Uraian
1. Alat dan Bahan
  • PC
  • Database
  • Browser
2. Durasi Waktu
    7 menit 
3. Tahapan
  • Buat dahulu databasenya
  • Buka text editor kita(saya menggunakan sublime text)
  • Buat file bernama koneksi.php
  • Ketikkan dahulu yang akan mengoneksikan kita ke database.
  • Buat file lagi bernama tambah.php
  • Lalu ketikkan sama seperti di bawah ini

  • Gambar diatas baru memunculkan sebuah form, jadi kita buat lagi proses_tambah.php
  • Ketikkan seperti gambar di bawah
  • Bila kita buka di browser kita buka dibrowser.

C. Kesimpulan
    Dengan ini  kita juga dapt membuat input data dengan OOP, tidak hanya dengan PHP Native saja.

D. Hasil yang diperoleh
    Bila data dimasukkan data akan masuk ke database.

Kamis, 21 Desember 2017

Koneksi pada OOP


Assalamualaikum sobat. Semoga tetap sehat dan selalu dalam lindunganNya. Amin. Bertemu lagi nih. Langsung saja, kali ini saya akan sharing mengenai Koneksi pada OOP .
Langsung saja ya...
A. Pendahuluan
1. Pengertian
    koneksi/ko·nek·si/ /konéksi/ n 1 hubungan yang dapat memudahkan (melancarkan) segala urusan (kegiatan); 2 cak kenalan.

2. Latar Belakang
    Suatu program, dibuat dengan menggunakan database terlebih dahulu. Setelah database diolah dengan baik, dan sudah siap pakai. Antara database dan program masih tidak bisa terhubung. Lalu bagaimana solusinya? Jangan khawatir. Kita membutuhkan koneksi untuk menghubungkan di antara keduanya.
     Dimana koneksi inilah yang menjadi perantara antara program yang kita buat dan database yang telah diolah sebelumnya.
     Mengapa dengan objek oriented?? Karena disini kita akan membuat program dengan OOP(Object Oriented Programming) dimana semua masalah atau problem kita bentuk menjadi objek. 

3. Maksud dan Tujuan
  • Untuk menghubungkan antara program dan database
  • Untuk jembatan antara program dan database
Mengapa menggunakan OOP
  • Mudah mengubah program
  • Memberi fleksibilitas yang lebih
  • Digunakan luas dalam teknik peranti lunak skala besar
  • OOP lebih mudah dikembangkan dan dirawat
4. Hasil yang diharapkan 
    Dengan koneksi ini, diharapkan program dapat berjalan dengan lancar. Karena sudah terhubunga atau terkoneksi dengan database.

B. Uraian
1. Alat dan Bahan
  • PC
  • Text editor
2. Durasi Waktu
    5 menit

3. Tahapan
  • Buka text editor kita(saya menggunakan sublime text)
  • Buat file bernama koneksi.php
  • Ketikkan dahulu yang akan mengoneksikan kita ke database.
 
Penjelasan :
  • $koneksi merupakan variabel yang dimana di dalamnya nanti mengandung koneksi ke database nya. Mengapa menggunakan variabel karena nanti akan mudah ketika dimasuukkan ke dalam query.
  • new mysqli ini kita telah membuat objek dengan sering disebut instantisasi objek. 
  • ("<nama_host>", "<username_db>", "<pwrd_rb>", "<nama_db>") disinilah koneksi itu terbentuk. 
  • mysqli_connect_errno() berfungsi mengembalikan kode kesalahan dari kesalahan koneksi terakhir, jika ada.
  • trigger_error() berfungsi untuk menciptakan pesan kesalahan tingkat pengguna, dengan handler error bawaan, atau dengan fungsi yang ditentukan pengguna yang ditetapkan oleh fungsi set_error_handler ().
C. Kesimpulan
     Koneksi ke database tidak hanya bisa dibuat pada php native saja, dengan OOP pun koneksi juga dapat dibuat. Bahkan, lebih mudah dan lebih simple.

D. Hasil yang diperoleh
     Bila dikoneksikan antara program dan database akan terkoneksi.
 

Rabu, 20 Desember 2017

Pola Alur Native PHP CRUD


Assalamualaikum sobat. Semoga tetap sehat dan selalu dalam lindunganNya. Amin. Bertemu lagi nih. Langsung saja, kali ini saya akan sharing mengenai Pola Native PHP CRUD.
Langsung saja ya..
A. Pendahuluan
1. Pengertian
    Pola adalah bentuk atau model (atau, lebih abstrak, suatu set peraturan) yang bisa dipakai untuk membuat atau untuk menghasilkan suatu atau bagian dari sesuatu, khususnya jika sesuatu yang ditimbulkan cukup mempunyai suatu yang sejenis untuk pola dasar yang dapat ditunjukkan atau terlihat, yang mana sesuatu itu dikatakan memamerkan pola. Deteksi pola dasar disebut pengenalan pola.
Pola yang paling sederhana didasarkan pada repetisi: beberapa tiruan satu kerangka digabungkan tanpa modifikasi.
    Sedangkan alur adalah sebuah rangkaian suatu kegiatan yang terdapat dalam pola tersebut.

2. Latar Belakang
    Mengapa kita harus belajar pola dan alur? Karena kita harus mengetahui bagaimana alur kerja dari program yang kita buat. Kita harus mengetahui konsep pola tersebut.
Karena tidak mungkin kita akan membuat program apabila kita tidak mengetahui alur kerja dari pola tersebut.
    Kita harus mengetahui bila yang kita buat pola insert misalnya, apa saja yang diproses didalamnya

3. Maksud dan Tujuan
  • Mengerti alur kerja program
  • Mengetahui proses yang terjadi disetiap query
4. Hasil yang diharapkan
    Mengerti pola dan proses yang terjadi di setiap query.

B. Uraian
1. Alat dan Bahan
  •  PC
2. Durasi Waktu
    5 menit
3. Tahapan
  • Kita pahami mengenai INSERT data dahulu, bagaimana alur kerjanya
  • Prosesnya seperti berikut. Disini saat proses_input mengalami retrive data dahulu yakni mengambil data dari form. Setelah itu masih di validasi, data yang masuk berupa bolean, jadi melihat data yang masuk true/false. Lalu, baru muncul notifikasinya.
  • Lanjut ke UPDATE data, alur kerjnya sebagai berikut
  • Prosesnya harus melewati 2 query. Disini harus melewati proses yang pertama yakni proses tampil. Di proses tambil data bisa berupa object bolean, array. setelah itu masih di sortir dahulu maksudnya di ganti tampilannya. Misalkan dari sebuah angka menjadi string, baru ditampilkan.
  • Baru mengalami pada proses update. Di sini mengalami retrive data yakni mengambil data dari form. akan tetapi masih di validasi.
  • Kemudian ke DELETE data, disini kita menggunakan syarat tertentu
  • Prosesnya berupa. Disini data diretrive dari form. akan tetapi diambil menurut persyaratan yang telah dibuat. yakni menurut primary key nya. Baru di query, apakah data bernilai true/false,setelah itu baru ada record yang terhapus.
  • Terakhir READ/MENAMPILKAN data 
  • Alur prosesnya seperti berikut. Di sini proses yang terjadi adalah data berupa object, array atau lain sebagainya, lalu di sortir. Barulah ditampilkan.



C. Kesimpulan
     Jadi, disetiap tahap disana terjalankan beberapa proses. Tidak langsung di eksekusi.

D. Hasil yang diperoleh
     Sekarang mengerti bahwa disetiap proses, terdapat proses lagi.

E. Referensi