Senin, 08 Januari 2018

Template HTML 5 dan CSS


A. JUDUL
Template HTML 5 dan CSS

B. PENDAHULUAN
1. Pengertian
HTML5 adalah sebuah bahasa markah untuk menstrukturkan dan menampilkan isi dari Waring Wera Wanua, sebuah teknologi inti dari Internet. HTML5 adalah revisi kelima dari HTML (yang pertama kali diciptakan pada tahun 1990 dan versi keempatnya, HTML4, pada tahun 1997) dan hingga bulan Juni 2011 masih dalam pengembangan. Tujuan utama pengembangan HTML5 adalah untuk memperbaiki teknologi HTML agar mendukung teknologi multimedia terbaru, mudah dibaca oleh manusia dan juga mudah dimengerti oleh mesin.

Cascading Style Sheet (CSS) merupakan aturan untuk mengatur beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam. CSS bukan merupakan bahasa pemograman.
Sama halnya styles dalam aplikasi pengolahan kata seperti Microsoft Word yang dapat mengatur beberapa style, misalnya heading, subbab, bodytext, footer, images, dan style lainnya untuk dapat digunakan bersama-sama dalam beberapa berkas (file). Pada umumnya CSS dipakai untuk memformat tampilan halaman web yang dibuat dengan bahasa HTML dan XHTML.
2. Latar Belakang
 CSS dapat mengendalikan ukuran gambar, warna bagian tubuh pada teks, warna tabel, ukuran border, warna border, warna hyperlink, warna mouse over, spasi antar paragraf, spasi antar teks, margin kiri, kanan, atas, bawah, dan parameter lainnya. CSS adalah bahasa style sheet yang digunakan untuk mengatur tampilan dokumen. Dengan adanya CSS memungkinkan kita untuk menampilkan halaman yang sama dengan format yang berbeda.
3. Maksud danTujuan
  • Untuk menjadi tampilan utama yang menarik
  • Untuk menjadi center of interest
4. Hasil yang Diharapkan
  •  Dapat mengkoneksikan html dengan css
  •  Tampilan sederhana dapat di dapt dan di tampilkan
C. ALAT dan BAHAN
  • Laptop
  • Browser
D. JANGKA WAKTU
2 jam

E. LANGKAH-LANGKAH
  • Buat file bernama index.html
  • Buat file bernama style.css
  • Tuliskan pada file index.html seperti gambar di bawah ini






  • Tuliskan pada file style.css seperti gambar di bawah ini 




F. HASIL yang DIDAPAT
Dari kegiatan saya hari ini, saya mendapat hasil seperti gambar di bawah ini



G. PENEMUAN PERMASALAHAN
Ketika saya akan memanggil untuk meng-link kan pada navigasi saya mnggunakan nama file, padahal saya membuat dengan one page.

H. KESIMPULAN
Dari kegiatan saya hari ini saya mendapat kesimpulan bahwa dengan one page, kita dapat bagi menjadi beberapa bagian.

Sabtu, 06 Januari 2018

Manajemen Sumber Daya Manusia: Evaluasi






A. JUDUL

  Manajemen Sumber Daya Manusia

B. PENDAHULUAN
 
1. Pengertian

Sumber daya manusia (SDM) adalah salah satu faktor yang sangat penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari sebuah organisasi, baik institusi maupun perusahaan. SDM juga merupakan kunci yang menentukan perkembangan perusahaan. Pada hakikatnya, SDM berupa manusia yang dipekerjakan di sebuah organisasi sebagai penggerak, pemikir dan perencana untuk mencapai tujuan organisasi itu.
2. Latar Belakang

Dewasa ini, perkembangan terbaru memandang karyawan bukan sebagai sumber daya belaka, melainkan lebih berupa modal atau aset bagi institusi atau organisasi. Karena itu kemudian muncullah istilah baru di luar H.R. (Human Resources), yaitu H.C. atau Human Capital. Di sini SDM dilihat bukan sekadar sebagai aset utama, tetapi aset yang bernilai dan dapat dilipatgandakan, dikembangkan (bandingkan dengan portfolio investasi) dan juga bukan sebaliknya sebagai liability (beban,cost). Di sini perspektif SDM sebagai investasi bagi institusi atau organisasi lebih mengemuka.

Pengertian SDM dapat dibagi menjadi dua, yaitu pengertian mikro dan makro. Pengertian SDM secara mikro adalah individu yang bekerja dan menjadi anggota suatu perusahaan atau institusi dan biasa disebut sebagai pegawai, buruh, karyawan, pekerja, tenaga kerja dan lain sebagainya. Sedangkang pengertian SDM secara makro adalah penduduk suatu negara yang sudah memasuki usia angkatan kerja, baik yang belum bekerja maupun yang sudah bekerja.

Secara garis besar, pengertian Sumber Daya Manusia adalah individu yang bekerja sebagai penggerak suatu organisasi, baik institusi maupun perusahaan dan berfungsi sebagai aset yang harus dilatih dan dikembangkan kemampuannya. 

3. Maksud danTujuan
  • Berpartisipasi menjadi leader
  • Dapat menggerakkan seseorang
  • Mengerti posisi diri
  • Mengevaluasi diri
4. Hasil yang Diharapkan

 Ketika sudah mengetahui apa maksud dan tujuan, diharapkan dapat
  • Menjadi seorang pemimpin yangdapat mengerakkan anggotanya
  • Menjadi anggota yang partisipatif, dan inovatif, serta dapat berpikir kreatif
C. ALAT dan BAHAN

Pendengaran yang harus sinkron dengan aa yang disampaikan oleh Mbah Suro Dhemit.



D. JANGKA WAKTU


 08.42-11.46

E. LANGKAH-LANGKAH



Mengevaluasi kekurangan diri
  • Evaluasi kekurangan kita, yakni kurangnya komitmen, kurang kosisten, dan kurang continue/kurang berkelanjutan(kurng istiqomahnya).
  • Penggerakan perindividu yang kurang.
  • Managemen waktu
Menentukan bagaimana penanganan, dan solusi terbaiknya. Sebelum kita menentukan solusinya, kita cari dulu pengertiannya.
  • Komitmen menurut KBBI adalah /ko·mit·men/ n perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu; kontrak: perkumpulan mahasiswa seharusnya mempunyai -- terhadap perjuangan reformasi.
  •  Kosisten menurut KBBI adalah /kon·sis·ten/ /konsistén/ a 1 tetap (tidak berubah-ubah); taat asas; ajek; 2 selaras; sesuai: perbuatan hendaknya -- dengan ucapan
  •  Continue atau kontinyu dalam bahasa Indonesia berarti berkelanjutan.
Yakni, dalam belajar kita ini harus meilii tekad yang kuat. Kita harus memiliki komitmen kepada diri kita sendiri apabila kita memiliki tekad yang kuat untuk maju, menjadi seorang yang lebih baik. Apalagi di bidang IT. Selain komitmen, kita juga harus konsisten dalam menjalankan komitmen kita. Satu kata yang paling saya ingat dari Embah Suro, "Kalau mau maju, memang ada yang harus kita korbankan, entah itu waku bermainmu, ataupun waktu usia mudamu." Dari situ saya mulai sadar memang benar butuh pengorbanan apabila kita ingin lebih maju. Satu lagi tidak lupa, selain komitmen dan konsisten kita juga harus kontinuitas, karena apa? Kita itu tidak bisa berjalan dengan meloncati tahap-tahap yangtelah ditentukan. Jadi, kita itu haru bertahap, mulai dari tangga 1, 2, 3 dan seterusnya.

Selain itu, embah memberikan masukan bahwa, kita harus berkomitmen bahwa
  • Kita akan menyisihkan waktu selama 2 jam untuk fokus belajar mengenai kejuruan kita.
  • Setelah 45 menit kita sharing, kita akan membuat laporan harian, dan mengulangi apa yang telah di sharingkan.
F. HASIL yang DIDAPAT

Dari evaluasi dari embah kali ini, teh membukan pikiran kita, bahwa kita harus berpikir nalar.

G. PENEMUAN PERMASALAHAN

Pada evaluasi kali ini kita memiliki permasalahan berupa tidak dapat mengatur waktu untuk membuat laporan harian. Akhirnya, embah memberi solusi seperti di atas tadi.

H. KESIMPULAN

Di evaluasi kali ini, kita lebih ditekankan pada leadership, dan management waktu.

Jumat, 05 Januari 2018

Sharing Konsepsi Manajemen Project Bidang IT dan Sharing Pengalaman


Assalamualaikum sobat. Semoga tetap sehat dan selalu dalam lindunganNya. Amin. Bertemu lagi nih. Langsung saja, kali ini saya akan sharing mengenai Sharing Konsepsi Manajemen Project Bidang IT dan Sharing Pengalaman .
Langsung saja ya....

A. JUDUL
Sharing Konsepsi Manajemen Project Bidang IT dan Sharing Pengalaman

B. PENDAHULUAN
1. Pengertian
Proyek dalam bisnis dan ilmu pengetahuan biasanya didefinisikan sebagai sebuah usaha kolaboratif dan juga seringkali melibatkan penelitian atau desain, yang direncanakan untuk mencapai tujuan tertentu. Proyek dapat juga didefinisikan sebagai usaha sementara,temporer, dan bukan permanen, yang memiliki sasaran khusus dengan waktu pelaksanaan yang tegas. Contoh proyek yang terkenal antara lain adalah Proyek Manhattan untuk pengembangan senjata nuklir pertama serta Program Apollo untuk mendaratkan manusia di bulan.

Manajemen proyek adalah sebuah disiplin keilmuan dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan (menjalankan serta pengendalian), untuk dapat mencapai tujuan-tujuan proyek. Proyek adalah sebuah kegiatan yang bersifat sementara yang telah ditetapkan awal pekerjaannya dan waktu selesainya (dan biasanya selalu dibatasi oleh waktu, dan seringkali juga dibatasi oleh sumber pendanaan), untuk mencapai tujuan dan hasil yang spesifik dan unik, dan pada umumnya untuk menghasilkan sebuah perubahan yang bermanfaat atau yang mempunyai nilai tambah. Proyek selalu bersifat sementara atau temporer dan sangat kontras dengan bisnis pada umumnya (Operasi-Produksi), dimana Operasi-Produksi mempunyai sifat perulangan (repetitif), dan aktifitasnya biasanya bersifat permanen atau mungkin semi permanen untuk menghasilkan produk atau layanan (jasa/servis). Pada prakteknya, tipe manajemen pada kedua sistem ini sering berbeda, dengan kemampuan teknis dan keputusan manajemen strategis yang spesifik.

2. Latar Belakang
Tantangan utama sebuah proyek adalah mencapai sasaran-sasaran dan tujuan proyek dengan menyadari adanya batasan-batasan yang telah dipahami sebelumnya. Pada umumnya batasan-batasan itu adalah ruang lingkup pekerjaan, waktu pekerjaan dan anggaran pekerjaan. Dan hal ini biasanya disebut dengan "triple constrains" atau "tiga batasan". Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan harkat dan martabat individu dalam menjalankan proyek, maka batasan ini kemudian berkembang dengan ditambahkan dengan batasan keempat yaitu faktor keselamatan. Tantangan selanjutnya adalah bagaimana mengoptimasikan dan pengalokasian semua sumber daya dan mengintegrasikannya untuk mencapai tujuan proyek yang telah ditentukan. 

3. Maksud danTujuan
  • Agar mengerti bahwa butuh persiapan dalam melakukan suatu tindakan
  • Agar mengerti cara bekerja yang profesional
4. Hasil yang Diharapkan
Dari pembahasan Konsep Managemen Proyek ini, diharapkan kita dapat memahami konsep POAC, dan mengerti mengenai konsep cara bekerja yang benar bahwa harus sesuai dengan SOP dan K3.

C. ALAT dan BAHAN
  • Laptop
  • Proyektor
D. JANGKA WAKTU
4 jam
E. LANGKAH-LANGKAH

  • Mula-mula Embah sharing ke depan Embah akan menjelaskan kepda kita semua mengenai konsepsi managemen proyek, pengertian prakerin dan maksud tujuan prakerin. Ternyata setelah beberapa menit embah duduk di depan, ada tamu yang datang. 
  • Disitu saya sudah ingin maju, akhirnya ditunjuk juga oleh embah. 
  • Pertama saya menjelaskan mengenai Konsepsi Management Proyek, POAC menurut 
Prinsip Umum Manajemen Proyek George R. Terry telah merumuskan fungsi fungsi tersebut sebagai POAC (Planning, Organizing, Actuating dan Controlling).
  • Planning (Perencanaan)
Planning adalah proses yang secara sistematis mempersiapkan kegiatan guna
mencapai tujuan dan sasaran tertentu. Kegiatan diartikan sebagai kegiatan
yang dilakukan dalam rangka pekerjaan konstruksi, baik yang menjadi
tanggung jawab pelaksana (kontraktor) maupun pengawas (konsultan).
Kontraktor maupun konsultan, harus mempunyai konsep planning” yang
tepat untuk mencapai tujuan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab
masing-masing.
Pada proses planning perlu diketahui hal-hal sebagai berikut :
  • Permasalahan yang terkait dengan tujuan dan sumber daya yang tersedia.
  • Cara mencapai tujuan dan sasaran dengan memperhatikan sumber daya yang tersedia.
  • Penerjemahan rencana kedalam program-program kegiatan yang kongkrit.
  • Penetapan jangka waktu yang dapat disediakan guna mencapai tujuan dan sasaran.
  • Organizing (Pengorganisasian)
 Organizing (pengorganisasian kerja) dimaksudkan sebagai pengaturan atas suatu kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang, dipimpin oleh pimpinan kelompok dalam suatu wadah organisasi. Wadah organisasi ini menggambarkan hubungan-hubungan struktural dan fungsional yang diperlukan untuk menyalurkan tanggung jawab, sumber daya maupun data.
Dalam proses manajemen, organisasi berfungsi untuk :
  • menjamin terpeliharanya koordinasi dengan baik.
  • membantu pimpinannya dalam menggerakkan fungsi-fungsi manajemen.
  • mempersatukan pemikiran dari satuan organisasi yang lebih kecil yang berada di dalam kordinasinya.
Sedangkan koordinasi itu, masih dibagi menjadi 3 bagian:
  • koordinasi vertikal (menggambarkan fungsi komando),
1. Pelaksana Konstruksi : koordinasi antara General Superintendant dengan Material
2. Superintendant atau dengan Construction Engineer atau dengan Equipment
Superintendant.
3. Field Supervision Team, koordinasi antara Site Engineer dengan Quantity Engineer atau dengan Quality Engineer merupakan koordinasi vertikal dan bersifat hirarkis.
  • koordinasi horizontal (menggambarkan interaksi satu level),
1. Pelaksanaan konstruksi, koordinasi antara Material Superintendant dengan
Construction Engineer atau dengan Equipment Superintendant merupakan.
2. Field Supervision Team, koordinasi antara Quantity Engineer atau dengan Quality
Engineer merupakan koordinasi horizontal dan bersifat satu level.
  • koordinasi diagonal (menggambarkan interaksi berbeda level tapi di luar fungsi komando).
Koordinasi antara General Superintendant dengan Site Engineer merupakan koordinasi horizontal dan bersifat satu level, sedangkan koordinasi antara Kepala Satuan Kerja Pekerjaan Civil Works dengan General Superintendant atau dengan Site Engineer merupakan koordinasi vertikal.
  • Actuating (Penggerakan)
 Actuating diartikan sebagai fungsi manajemen untuk menggerakkan
orang yang tergabung dalam organisasi agar melakukan kegiatan
yang telah ditetapkan di dalam planning. Pada tahap ini diperlukan
kemampuan pimpinan kelompok untuk menggerakkan;
mengarahkan; dan memberikan motivasi kepada anggota
kelompoknya untuk secara bersama-sama memberikan kontribusi
dalam menyukseskan manajemen proyek mencapai tujuan dan
sasaran yang telah ditetapkan.
Berikut ini beberapa metoda mensukseskan “actuating” yang
dikemukakan oleh George R. Terry, yaitu:
1. Hargailah seseorang apapun tugasnya sehingga ia merasa
keberadaannya di dalam kelompok atau organisasi menjadi penting.
2. Instruksi yang dikeluarkan seorang pimpinan harus dibuat dengan
mempertimbangkan adanya perbedaan individual dari pegawainya,
hingga dapat dilaksanakan dengan tepat oleh pegawainya.
3. Perlu ada pedoman kerja yang jelas, singkat, mudah difahami dan
dilaksanakan oleh pegawainya.
4. Lakukan praktek partisipasi dalam manajemen guna menjalin kebersamaan
dalam penyelenggaraan manajemen, hingga setiap pegawai dapat
difungsikan sepenuhnya sebagai bagian dari organisasi.
5. Upayakan memahami hak pegawai termasuk urusan kesejahteraan,
sehingga tumbuh sense of belonging dari pegawai tersebut terhadap tempat
bekerja yang diikutinya.
6. Pimpinan perlu menjadi pendengar yang baik, agar dapat memahami
dengan benar apa yang melatarbelakangi keluhan pegawai, sehingga dapat
dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan sesuatu keputusan.
7. Seorang pimpinan perlu mencegah untuk memberikan argumentasi sebagai
pembenaran atas keputusan yang diambilnya, oleh karena pada umumnya
semua orang tidak suka pada alasan apalagi kalau dicari-cari agar bisa
memberikan dalih pembenaran atas keputusannya.
8. Jangan berbuat sesuatu yang menimbulkan sentimen dari orang lain atau
orang lain menjadi naik emosinya.
9. Pimpinan dapat melakukan teknik persuasi dengan cara bertanya sehingga
tidak dirasakan sebagai tekanan oleh pegawainya.
10. Perlu melakukan pengawasan untuk meningkatkan kinerja pegawai, namun
haruslah dengan cara-cara yang tidak boleh mematikan kreativitas pegawai.
  • Controling (Pengendalian)
Controlling diartikan sebagai kegiatan guna menjamin pekerjaan yang telah
dilaksanakan sesuai dengan rencana. Didalam manajemen proyek jalan
atau jembatan, controlling terhadap pekerjaan kontraktor dilakukan oleh
konsultan melalui kontrak supervisi, dimana pelaksanaan pekerjaan
konstruksinya dilakukan oleh kontraktor. Pengawas Umum (General
Superintendat) berkewajiban melakukan Pengendalian (secara berjenjang)
terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh staf di bawah kendalinya yaitu Site
Administration, Quantity Surveyor, Materials Superintendant, Construction
Engineer, dan Equipment Engineer untuk memastikan masing-masing staf
sudah melakukan tugasnya dalam koridor “jaminan kualitas (quality
assurance)”. Sehingga, tahap-tahap pencapaian sasaran sebagaimana
direncanakan dapat dipenuhi.
Kegiatan ini berlaku juga dalam kegiatan internal konsultan supervisi, dalam
artian, kepada pihak luar konsultan supervisi itu bertugas mengawasi
kontraktor, selain itu secara internal Site Engineer juga melakukan
controlling terhadap Quantity Engineer dan Quality Engineer. Secara
keseluruhan internal controlling ini dapat mendorong kinerja konsultan
supervisi lebih baik di dalam mengawasi pekerjaan kontraktor.Ruang lingkup kegiatan controlling mencakup pengawasan atas
seluruh aspek pelaksanaan rencana, antara lain adalah:
1. Produk pekerjaan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif
2. Seluruh sumber-sumber daya yang digunakan (manusia, uang ,
peralatan, bahan)
3. Prosedur dan cara kerjanya
4. Kebijaksanaan teknis yang diambil selama proses pencapaian
sasaran.

Controlling harus bersifat obyektif dan harus dapat menemukan fakta-
fakta tentang pelaksanaan pekerjaan di lapangan dan berbagai
faktor yang mempengaruhinya. Rujukan untuk menilainya adalah
memperbandingkan antara rencana dan pelaksanaan, untuk
memahami kemungkinan terjadinya penyimpangan.
Di sini juga sharing dari Ulin-SMKN 3 Jepara dan Farid-Kendal, mengenai pengalaman mereka waktu pemasangan CCTV di PT Widodo Makmur Unggas, di Daerah Gunung Kidul, Jogyakarta.

F. HASIL yang DIDAPAT
Mengerti bahwa sangatlah penting kita itu mengetahu konsep managemen proyek serta mematuhi SOP dan K3 yang ada.

G. PENEMUAN PERMASALAHAN
Sebagian besar dari kita, ketika kita melakukan pekerjaan kita langsung melaksanakan pekerjaan itu. Tanpa mengerti maksud, tujuan, dan sasaran dari proyek yang dibangun.

H. KESIMPULAN
Ketika kita akan membangun suatu proyek, kita haruslah memperhatikan POAC ini, apalagi dalam keberhasilan 75% ditentukan oleh planning yang tepat.

I. REFERENSI
https://id.wikipedia.org/wiki/Proyek
https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_proyek
e-book: MANAJEMEN PROYEKBIDANG IT & PENDIDIKAN Oleh Suro Dhemit BLC TELKOM KLATEN

Kamis, 04 Januari 2018

Ruoting Static: MikroTik


A. JUDUL
Ruoting Static: MikroTik

B. PENDAHULUAN
1. Pengertian
Routing Static adalah bentuk perutean yang terjadi saat router menggunakan entri perutean yang dikonfigurasi secara manual, bukan informasi dari lalu lintas perutean dinamis. Dalam banyak kasus, rute statis dikonfigurasi secara manual oleh administrator jaringan dengan menambahkan entri ke dalam tabel routing , meskipun hal ini mungkin tidak selalu terjadi.
 
2. Latar Belakang
Untuk membangun sebuah jalur atau jalan untuk tempat dimana kedua perangkat saling dapat berkomunikasi.

3. Maksud danTujuan
Perutean statis mungkin menggunakan berikut ini:
  • Perutean statis dapat digunakan untuk menentukan titik keluar dari router bila tidak ada rute lain yang tersedia atau perlu. Ini disebut rute default .
  • Perutean statis dapat digunakan untuk jaringan kecil yang hanya memerlukan satu atau dua rute. Hal ini seringkali lebih efisien karena link tidak terbuang dengan bertukar informasi routing yang dinamis.
  • Routing statis sering digunakan sebagai pelengkap routing dinamis untuk menyediakan cadangan failsafe jika rute dinamis tidak tersedia.
  • Routing statis sering digunakan untuk membantu mentransfer informasi routing dari satu protokol routing ke routing routing yang lain (redistribusi routing).
4. Hasil yang Diharapkan
Mengetahui cara kerja dan konfigurasinya.

C. ALAT dan BAHAN
  • 2 buah Laptop atau pc
  • 2 buah Mikrotik
  • 3 Kabel LAN 
  • Aplikasi Winbox
D. JANGKA WAKTU
+-30 menit

E. LANGKAH-LANGKAH
    1. Seperti biasa, sebelum kita melakukan konfigurasi. Kita membuat topologinya dahulu. Seperti yang ada pada gambar dibawah ini.


    



        5. Selanjutnya, masuk menu IP >> Address >> Add(+) >> masukkan ip address yang sudah ditentukan >> Interface = ether2.


        6. Lal langkah selanjutnya pilih menu IP >> Routes >> Isikan dst.ip dan gateway.




          7. Setelah itu, tahap terakhir coba kita tes melalui terminal, kita ping dari router 1 ke router 2. Begitupun sebaliknya.^_^

F. HASIL yang DIDAPAT
Mengetahui bagaimana sebenarnya routing, dan subnetting.

G. PENEMUAN PERMASALAHAN
Kesalahan dalam perhitungan subnetting.

H. KESIMPULAN
Dengan routing static kita dapat memberi IP sendiri.

Rabu, 03 Januari 2018

Perhitungan Subnetting


A. JUDUL
Perhitungan Subnetting

B. PENDAHULUAN
1. Pengertian
Sub-jaringan, atau subnet, adalah pembagian secara yang terlihat secara fisik dari IP jaringan. Praktik membagi jaringan menjadi dua atau lebih jaringan disebut subnetting.
 
2. Latar Belakang
Semua komputer yang termasuk dalam sebuah subnet dialamatkan dengan bit-group umum, identik, dan paling signifikan dalam alamat IP mereka. Hal ini menyebabkan pembagian logis dari alamat IP ke dua bidang, jaringan atau routing prefix dan sisa field atau pengenal host. Field sisanya adalah pengidentifikasi untuk host tertentu atau antarmuka jaringan.
3. Maksud danTujuan
  • Mengetahui perhitungan IP Address
  • Melancarkan proses konfigurasi selanjutnya

4. Hasil yang Diharapkan
Semog benar paham mengenai konsep subnetting. Karena ini kunci dimana melakukan konfigurasi.

C. ALAT dan BAHAN
  • PC
  • Kalkulator sebagai pembantu perhitungan
D. JANGKA WAKTU
+- 1 jam `
E. LANGKAH-LANGKAH
1. Melihat berapa client yang akan mengakses internet
2. Menentukan prefik yang tepat


3. Perhitungan
Rumusnya adalah
2(32-n)

Maksudnya n disini adlah prefik yang digukanan jadi misal prefik yang digunakan /27. Jadi perhitungannya seperti berikut
 2(32-27) = Hasilnya 25 = 32
 

F. HASIL yang DIDAPAT
Dengan subnetting ini kita bisa memhami pentingnya subnetting. Kita juga harus menerti IP berapa saya yang bisa digunakan

G. PENEMUAN PERMASALAHAN
Salah saat membedakan IP network dan IP Broadcast.

H. KESIMPULAN
Perhitungan subnetting ini sangatlah penting, karena ini dasar dari melakukan konfigurasi.